Bisakah Membumikan PLN Bersih di Indonesia ?

Bercerita tentang PLN. Banyak sekali kisah yang tidak terlupakan. Karena Saya terlahir sebagai anak 80-an, Saya pernah merasakan hidup dengan tanpa listrik. Setiap malam hari selalu di temani dengan lampu teplok dan lampu botol minyak tanah. Lampu ini memang di buat sedikit redup karena kalau di nyalakan lebih besar maka akan keluar asap hitam yang mengembul.

Nyala lampu yang sangat terang di malam hari baru ada ketika ada masyarakat yang mengadakan hajatan sedekah atau acara kawinan. Seluruh masyarakat desa berkumpul dan bersukacita termasuk anak-anak. Lampunya naik pangkat dari lampu teplok  menjadi lampu petromak. Lampunya tidak merah menyala, tetapi sangat putih, mirip dengan terang lampu saat ini. Saya tidak tahu kenapa Bapak Saya tidak menggunakan lampu petromak di rumah, mungkin karena harganya mahal.

Ketika umur Saya menginjak 6 tahun, keluarga Kami pindah ke Kota. Di Kota, Saya masih hidup dalam kegelapan karena rumah yang kami tinggali belum di aliri listrik. Tetapi ada kemajuan, sekarang kami bisa menonton TV. TV-nya hitam putih, dengan bahan bakar aki, kami bisa menonton selama dua harian penuh. Waktu itu yang ada hanyalah acara TVRI. Acara favorit saya tentu saja Si Unyil dan Dunia Dalam Berita. Tetapi kegelapan itu tidak berlangsung lama, karena PLN menjadi penolong, rumah kami teraliri listrik. Di sana lah Saya pertama kali merasakan nikmatnya hidup dalam terang.

Bicara tentang PLN Bersih. Sejujurnya Saya bersentuhan langsung dengan birokrasi PLN ketika baru memulai hidup berumah tangga. Tepatnya 3 tahun yang lalu. Ketika itu rumah kontrakan yang Saya tinggali mengalami masalah dengan listrik. Desas desus negatif tentang PLN selama ini seperti adanya biaya di setiap perbaikan, biaya tambahan ilegal dalam pemasangan, dll, membuat Saya mengurungi niat menggunakan jasa perbaikan PLN. Karena pikiran Saya ada uang ada pekerjaan, sudah tidak ada lagi yang gratis di negeri ini, setidaknya Saya harus menunggu tanggal gajian dulu untuk menyediakan semacam uang rokok untuk petugas tersebut. Tetapi beruntung tetanga terdekat memberikan pencerahan, bahwa di PLN sekarang sudah ada jasa perbaikan gratis.

Sempat masih apatis ketika menghubungi petugas PLN untuk melakukan perbaikan. Tetapi ketika semua pekerjaan perbaikan di selesaikan dengan tanpa ada biaya membuat Saya yakin sudah ada “perubahan” di PLN.

Optimisme tentang PLN kembali mengendur ketika Saya mendengar ada keluhan dari keluarga yang tinggal di desa tentang biaya layanan pasang baru. Harganya jauh dari harga yang tertera di koran/surat kabar. Harganya naik menjadi 3x lipat. Sudah hal lumrah bagi masyarakat desa untuk menyediakan dana sebesar itu meskipun tiang listriknya ada di depan rumah, alasannya karena adanya biaya jarak tempuh, biaya bensin, biaya kabel dan lain-lain. Biaya semacam ini yang tidak termuat di koran. Meskipun kami menyadari bahwa harga tersebut adalah harga akal-akalan, tetapi karena dalam posisi membutuhkan tidak ada alasan untuk tidak menyediakannya.

Semangat PLN Bersih perlu di sikapi sebagai harapan baru atas perbaikan moralitas birokrasi di negeri ini. Bersih dalam tindakan dan bersih dalam transparansi. PLN Bersih menjadi harapan akan manisnya mata air di tengah padang pasir yang tandus, yang menghilangkan dahaga rasa sesak kita akan sistem birokrasi negeri ini. Semoga itu bukanlah fatamorgana padang pasir, terlihat indah di pandangan tetapi menjadi kosong ketika di sentuh.

PLN Bersih itu Komitmen, Bukan Sekedar Slogan

Telah banyak periklanan di negeri ini. Semuanya ingin mengklaim sebagai yang ter-, baik itu ter-besar, ter-baik sampai dengan ter-bersih. Instansi pemerintah dan instansi hukum pun ikut-ikutan melakukan kampanye putih (white-campaign) itu, tetapi seiring waktu semuanya layu sebelum berkembang. Tidak ada indikator yang jelas membuat komitmen itu sekedar sebatas slogan. Komitmen itu runtuh ketika bertemu dengan manisnya uang. Banyak daftar pemimpin instansi pemerintah dan instansi hukum yang meng-klaim dirinya bersih, akhirnya terjerat di hitamnya negeri sebut saja kasus suap/korupsi Akil Mochtar di Mahkamah Konstitusi atau kasus Rudi Rubiandini di SKK Migas.

PT. PLN (Persero) telah menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktek penyelenggaraan perusahaan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Sekaligus menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat. Komitmen PLN  ini dikenal dengan PLN Bersih.

Komitmen PLN Bersih ini diharapkan benar-benar komitmen. Komitmen yang di jalankan dari atas sampai dengan bawah. Dari pucuk pimpinan tertinggi sampai dengan pegawai terrendah. Dari yang di belakang meja sampai dengan yang bergerak di lapangan. Dari Jakarta sampai dengan pelosok terpencil di negeri ini. Dan yang paling penting komitmen ini tidak sebatas hanya di mulut. Tetapi komitmen ini tetap kuat tak kala uang begitu mengiurkan atau ketika  wanita begitu mempesona dan dari desakan yang kuat untuk mempertahankan dinasti keluarga di PLN.

Prinsip Menyapu dan PLN Bersih

Komitmen PLN Bersih yang adekuat tentu tidak bisa dihasilkan secara instan. Perlu ada program jangka panjang dan regenerasi yang kuat. Perlu ada keteladanan dari pemimpin dan perlu adanya kesadaran bersama. Belajar dari prinsip menyapu. Secara sederhana Kita akan tahu bagaimana cara bersih-bersih yang benar.

Untuk membersihkan rumah dari kotoran, kita perlu sapu dan manusia. Sapu menjadi alat dan manusia menjadi pengendali alat itu. Kesadaran manusia di butuhkan untuk mengerakan sapu. Dengan menyapu, maka rumah akan menjadi bersih. Tetapi perlu di ingat rumah bersih tidak akan berlangsung lama. Kotoran pasti akan selalu datang kembali. Di butuhkan rutinitas menyapu untuk memastikan bahwa rumah selalu dalam keadaan bersih.

Kompleksitas masalah di PLN tentu tidak sesederhana penyelesaian dengan menggunakan sapu menyapu. Tetapi prinsip sederhananya adalah rutinitas bersih-bersih harus terus di lakukan. Kebiasaan masyarakat Indonesia yang senang membuat aturan tetapi tidak disiplin mentaatinya akan terkikis jika telah tumbuh rasa terbiasa. Lancar kaji karena terbiasa akan membuang habis istilah “masuk angin”, “layu sebelum berkembang”, “kebosanan” dll dalam penegakan komitmen PLN Bersih. Program PLN Bersih harus terus berkelanjutan untuk mengikiskan mental generasi korup.

Bersih itu harus Luar Dalam, Di Setiap Proses Bisnis

Bersih itu harus luar dalam. Bersih luar merujuk pada pelayanan pelangan sedangkan bersih dalam merujuk pada proses pengadaan barang dan jasa. Kedua proses ini yang menjadi sasaran utama program PLN Bersih.

Untuk mencapai nilai tertinggi pada pelayanan pelangan, tentu program PLN Bersih harus mempunyai indikator dan capaian yang jelas serta perlu adanya reward and punishment. Pencapaian naiknya tingkat kepuasan pelangan dengan pelayanan prima harus lah berlaku secara nasional. Jembatan informasi yang terputus antara pusat dan daerah di minimalkan sekecil mungkin agar proses PLN Bersih tidak hanya jalan di beberapa tempat atau menjadi slogan beberapa orang saja.

Sedangkan pencapaian tertinggi dalam proses pengadaan barang dan jasa di perlukan adanya proses transparansi dan komitmen kuat agar hasil dari proses pengadaan itu benar-benar bermutu tidak sebatas bermutu dalam kelengkapan proses administrasi ketika di periksa, tetapi jauh lebih itu, bermutu dalam hal kualitas dan kuantitas produk serta benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas, tidak sekedar memenuhi isi gudang atau di istilahkan hanya untuk menjadi job-side oknum PLN.

PLN telah memahami berbagai kondisi dan peluang terjadinya tindakan untuk terjadinya tindakan korupsi, suap, pungutan liar dan sebagainya dalam instansi mereka selama ini. Apresiasi dan respek perlu di berikan untuk mendukung PLN Bersih dengan empat pilarnya yaitu :

  1. Partisipasi, partisipasi dari para pegawai PLN dan seluruh stakeholders dalam berkomitmen dan menjalankan dan mendukung program PLN Bersih dengan baik
  2. Integritas, integritas dari para pegawai dalam bekerja melayani masyarakat sangat penting artinya untuk membangun budaya PLN Bersih
  3. Transparansi, keterbukaan informasi dan sikap responsif terhadap permintaan informasi publik sangat menentukan dan penting dalam pembangunan budaya PLN Bersih
  4. Akuntabilitas, pilar ini menuntut pegawai PLN untuk selalu responsif terhadap setiap keluhan pelanggan dan juga mendukung implementasi wishtle blower system dan program pengendalian gratiikasi.

Empat pilar ini sangat sempurna. Harapan akan PLN yang bersih tentu akan terwujud apabila empat pilar ini terlaksana dengan baik. Sempurna dalam tulisan, sempurna pula dalam tindakan. Pengawasan dan dukungan yang baik dari masyakarat juga akan memudahkan PLN melaksanakan empat pilar ini.

Membumikan PLN Bersih di Indonesia, Bisakah?

Pernah dengar beberapa istilah ini : “Cuma terima kasih saja, terima kasih itu tidak bisa di makan”, “Yang penting sama-sama enak”, “Sama-sama tahu saja lah”, atau “Berkasnya masih di meja bapak, seminggu lagi baru di tanda tangani”, dan ribuan istilah lain yang menunjukkan sudah meratanya pikiran bahwa kepercayaan masyarakat pada birokrasi di negeri ini sudah di titik nadir. Kolega Saya menyatakan kalau dulu korupsi dan suap itu hanya di lakukan oleh kalangan atas petinggi negeri ini tetapi sekarang, sejak zaman reformasi, korupsi dan suap merata pada setiap orang di setiap tahapan birokrasi negeri ini, tidak mengenal tinggi rendahnya pangkat tetapi bahkan terkadang di lakukan secara berjamaah.

Ketika mendengar kata PLN Bersih dan menulis artikel ini, Saya sempat bertanya dalam hati, Mampukah PLN ?

Seberapa kuat PLN Bersih di tengah sistem korup negeri ini. Atau jangan-jangan program PLN Bersih akan menjadi program yang byar-pret, kadang hidup kadang mati atau kadang bersih kadang kotor. Entahlah, tetapi Saya percaya, jika komitmen kuat telah di tunjukan maka tidak ada yang tidak mungkin.

Direksi PLN telah memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk membangun dan membentuk sistem yang sustainable yang sejalan dengan penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan prinsip anti korupsi. Hal ini menunjukkan keseriusan PLN dalam upaya pemberantasan korupsi.

Pertanyaannya adalah, bisakah PLN Bersih membumi di Indonesia ? Karena PLN itu tidak hanya mempekerjakan segelintir direksi PLN yang mempunyai komitmen, tetapi PLN mempekerjakan ribuan anak negeri yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.  Potensi-potensi pelanggaran terhadap program PLN Bersih sangat terbuka luas dari pusat sampai daerah.

Sekali lagi, tidak ada yang tidak mungkin. Membumikan PLN Bersih di Indonesia adalah sebuah kenyataan bukan sekedar pencitraan. Kuncinya adalah pada informasi, pengawasan, reward and punishment, dan keberlanjutan dan regenerasi.

Informasi

Informasi yang jelas dan transparan tentang program PLN Bersih berikut jabaran pilar, indikator, capaian dan hukuman harus di transferkan ke seluruh sendi PLN. Jangan sampai terjadi miss-informasi di daerah. Informasi ini juga harus terbuka dapat di akses oleh masyarakat sehingga masyarakat mengerti akan hak dan kewajibannya serta tidak menjadi inisiator pemulai praktek korupsi dan suap di PLN. Informasi perubahan aturan pengadaan barang dan jasa juga harus di transfer ke mitra kerja PLN di daerah untuk meminimalisir terulangnya budaya lama pengadaan barang dan jasa yang rentan korupsi.

Selain itu inisiatif tindakan pencegahan korupsi yang dicanangkan oleh PLN harus menjadi area informasi yang terbuka bagi publik dan ada jaminan bahwa apa yang tertulis adalah itu yang harus di bayar dengan tanpa membebankan biaya lain yang biasanya datang belakangan. Ambil salah satu contoh saja; terobosan PLN dengan menerapkan sistem online untuk layanan pasang baru, tambah daya, pasang sementara menjadi terobosan yang mengagumkan tetapi harapannya biaya yang tercantum di sana adalah biaya final dengan komitmen waktu pemasangan yang jelas, jangan sampai konsumen di beri harapan kosong, final di website tapi lambat realisasi di lapangan. Dan transfer informasi ini harus sudah sampai ke daerah-daerah sehingga ada sinkronisasi pusat dan daerah.

Pengawasan

Kerjasama dengan Transparency International Indonesia (TII) untuk mensupervisi program PLN Bersih menjadi salah satu kunci pengawasan yang penting dalam PLN Bersih. Tetapi jangan melupakan pula arti penting pengawasan internal dan eksternal lainnya.

“Mengawasi dengan tanpa merasa dirinya terawasi” adalah hal yang lebih baik untuk menciptakan pengawasan internal PLN. Pengawasan bukan berarti membuat pegawai PLN menjadi saling bermusuhan dan saling menaruh ketidakpercayaan satu dengan yang lain sehingga melupakan kekompakan dalam bekerja. Tetapi pengawasan seperti ini adalah tindakan pencegahan untuk proses saling mengingatkan dengan cara membangun sistem whistle blower yang efektif berupa kotak pengaduan bagi karyawan PLN. Sistem ini juga memungkinkan karyawan PLN untuk saling mengingatkan tentang barang terindikasi gratifikasi

Untuk pengawasan eksternal yang mengandalkan informasi dari masyarakat/konsumen telah di buka secara luas oleh PLN melalui contact center atau pun melalui akun sosial media. Kotak-kotak pengaduan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengawasi proses-proses bisnis yang di kerjakan oleh PLN atau oleh mitra PLN. Khusus untuk pengaduan masyarakat terhadap oknum PLN, di rasa perlu untuk membuat aturan baku tentang kewajiban penggunaan identitas berupa kartu nama pada baju kerja saat bertugas di kantor atau lapangan, sehingga konsumen menjadi tahu dengan siapa dia sedang berurusan. Ini sangat penting untuk melakukan pengawasan eksternal agar generalisasi masalah tidak menyudutkan PLN secara umum. Padahal Kesan negatif terhadap PLN selama ini bisa jadi hanya di karenakan oleh oknum PLN yang itu-itu saja.

Reward and Punishment

Komitmen PLN Bersih harus di dukung dengan reward and punishment yang berkeadilan. Karena untuk menciptakan kondisi kerja yang bersih maka orang-orang yang bekerja di dalamnya harus membiasakan diri untuk bersih. Jika dirinya kotor maka akan ada hukuman yang di berikan. Proses reward and punishment adalah jaminan keberlangsungan dari program PLN Bersih. Proses ini harus berkeadilan dalam artian tidak pandang bulu dalam tindakan.

Keberlanjutan dan Regenerasi

Pada akhirnya PLN Bersih harus menjadi program yang berkelanjutan yang tidak terhenti ketika pimpinan berganti dan harus mampu menciptakan regenerasi pegawai PLN yang anti korupsi dan suap di masa depan. Semua itu dapat terwujud jika PLN mampu membangun sistem yang baik dalam tata kelola perusahaan di mulai dari proses rekrutmen pegawai, membangun karakter dan moral yang baik , membangung standar pelayanan terbaik dan adanya kesejahteraan yang layak untuk pegawai. Komitmen kuat ini tentunya melibatkan pihak PLN, pegawai, dan para mitra kerja PLN.

PLN Bersih, Energi Bersih, Indonesia Lebih Baik

Semangat dan komitmen PLN Bersih yang anti korupsi dan no suap untuk kehidupan yang lebih baik menjadi harapan untuk meratanya listrik di setiap rumah di negeri ini. Tentu komitmen PLN Bersih tidak akan berhasil dengan tanpa adanya dukungan kita sebagai bagian dari PLN. Ketika pekerjaan PLN Bersih telah di mulai, kini saatnya PLN mulai memikirkan energi bersih. PLN harus berpartisipasi aktif untuk mendukung konsep Energi Mix 2025 dengan mengurangi peranan minyak bumi sebagai bahan bakar listrik dan mulai mengimplementasikan berbagai sumber energi bersih untuk keberlanjutan listrik di negeri ini.

PLN Bersih, energi bersih, maka Indonesia akan jadi lebih baik.

Referensi :

http://www.plnbersih.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s