Bahan Bakar dan Gaya Hidup Kita

lebih baik pertamax

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan bahan bakar fosil seperti minyak bumi yang menjadi sumber energi utama bagi kebutuhan nasional. Namun pada kenyataannya penggunaan yang terus menerus dengan pola konsumsi yang konsumtif, tidak terkendali dan tidak peduli terhadap lingkungan menyebabkan penipisan cadangan minyak bumi secara cepat. Indonesia diprediksi oleh para ahli energi, akan mengalami krisis energi. Hal ini didukung oleh data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tentang blue print Pengelolaan Energi Nasional 2010 – 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa cadangan potensial minyak bumi Indonesia sekitar 8,2 miliar barel.

Dengan laju tingkat produksi pertahun untuk minyak bumi adalah 357 juta barel, cadangan sumber daya tersebut akan habis dalam waktu 23 tahun. Artinya jika tidak ada penganti cadangan minyak, pada 2032 Indonesia akan mengimpor seluruh kebutuhan domestik BBM.  Selain itu masalah besar lainnya yang berkaitan dengan energi minyak selain penyusutan yang sangat cepat adalah polusi hasil pembakarannya yang bergerak cepat mencemari udara dan atmosfer.

Dari segi perekonomian pun, kebergantungan APBN Indonesia terhadap penerimaan migas sangat besar yaitu dikisaran 30%. Tetapi sayangnya penerimaan dari sektor migas ini tidak bisa di pergunakan untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik lagi karena hampir sebagian besar tersedot untuk subsidi BBM. Pencabutan subsidi BBM akan menyebabkan dilema tersendiri karena berhubungan dengan banyak faktor kehidupan masyarakat terutama ekonomi, sosial dan stablitas nasional.

Ditengah prediksi dan kenyataan yang mencemaskan itu, maka masalah energi secara umum menjadi krusial untuk disiasati. Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah konkret dalam upaya memecahkan permasalahan diatas. Berbagai cara telah di tempuh oleh Pemerintah seperti membatasi penggunaan BBM premium hanya untuk masyarakat tidak mampu dan melakukan berbagai kampanye penghematan energi melalui berbagai media serta memberikan intensif khusus untuk pengembangan berbagai sumber energi baru yang bersifat dapat di perbarui dan ramah lingkungan.

Secara umum berbagai upaya yang telah di lakukan tersebut telah menghasilkan perubahan yang signifikan, tetapi karena pertumbuhan laju industri dan kendaraan bermotor yang tinggi di tambah dengan harga minyak dunia yang melonjak tinggi menyebabkan perubahan tersebut terasa belum memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi pembangunan nasional. Belum lagi pengembangan energi alternatif yang di gadang-gadang sebagai solusi krisis energi belum menunjukkan prospek yang cerah untuk industrilisasi dan keekonomian yang nyata.

Pertamina sebagai leading sector dalam energi pun memahami fenomena tersebut, bahwa perubahan paradigma masyarakat terhadap energi dan pengembangan sumber energi baru masih memerlukan waktu yang panjang untuk implementasinya, sedangkan kebutuhan energi adalah sesuatu yang mendesak dan harus selalu tersedia. Untuk itu lah Pertamina menghadirkan Pertamax sebagai solusi nyata pemecahan masalah keenergian nasional.

Pertamax sebagai Pioner Energi Nasional

Saat ini hanya ada dua langkah untuk pemecahan masalah energi yaitu melalui konservasi energi dan diversifikasi energi. Dengan harga Premium yang sekarang masih di subsidi sulit untuk melaksanakan kedua solusi tersebut dalam waktu dekat setidaknya dalam tempo 5-10 tahun yang akan datang. Untuk itulah Pertamina menjadikan Pertamax yang diluncurkan sejak tahun 1999 sebagai solusi energi nasional sekaligus menjadi satu-satunya solusi tercepat pemecahan masalah energi sekarang ini sembari menunggu berkembangnya diversifikasi energi.

Pertamax menjadi pioner bagi energi nasional. Karena Pertamax dibuat dengan bahan baku berkualitas tinggi, hemat energi, lebih ramah lingkungan dan lebih kompetitif. Kelemahan mendasar dari Pertamax adalah Pertamax bersifat tidak dapat diperbarui karena masih menggunakan minyak bumi sebagai komposisi utamanya. Tetapi Pertamax tetap menciptakan ruang bagi diversifikasi energi melalui penggunaan bioenergi sebagai bagian dari Pertamax.

Keunggulan Pertamax dapat di lihat dari konsumsi bahan bakarnya yang lebih irit 30% di bandingkan premium, di buat dengan bahan baku berkualitas tinggi sehingga mampu menunjang kinerja mesin dan telah menerapkan EcoSave Technology sehingga sangat ramah lingkungan, di tambah dengan harganya yang non subsidi sehingga tidak memberatkan perekonomian bangsa. Di harapkan dengan berkembangnya Pertamax akan mengantarkan bangsa Indonesia mampu mandiri secara energi, dan di tahun 2025 tidak hanya bergantung pada energi minyak bumi.

Pertamax dan Gaya Hidup

Tanggung jawab dalam menjaga kesinambungan energi sampai ke anak cucu tidak hanya mutlak menjadi milik pemerintah dan instansi terkait, tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat sebagai konsumen energi di harapkan mengambil peran yang lebih besar dalam upaya konservasi energi tersebut.

Perubahan gaya hidup merupakan langkah nyata yang dapat kita lakukan. Karena gaya hidup selalu berhubungan dengan bagaimana pola tingkah laku kita sehari-hari dalam masyarakat dan secara sadar menujukkan indentitas kepribadian kita. Salah satu perubahan gaya hidup yang dapat kita lakukan untuk turut andil dalam konservasi energi adalah dengan menjadikan Pertamax sebagai bagian tidak terpisahkan dari gaya hidup sehari-hari kita.

Sebelum penulis menjelaskan lebih lanjut tentang langkah-langkah nyata menjadikan Pertamax sebagai gaya hidup, ada baiknya kita merestrukturisasi pemikiran kita tentang energi, karena gaya hidup selalu berhubungan dengan pola pikir kita sebagai manusia. Diharapkan dengan merestrukturisasi pemikiran, perubahan gaya hidup itu berasal dari keinginan dan kesadaran diri sebagai manusia.

Restrukturisasi Pemikiran : Energi bukan sebagai “Other”

Energi sebagai “other” adalah pola pikir kita selama ini tentang energi. Pola pikir ini merujuk pada keberadaan energi sebagai bagian di luar diri manusia. “Other” telah menjadi seperti orang lain di luar diri kita. Karena di luar manusia maka energi di anggap hanyalah “pelengkap” kehidupan manusia. Akibatnya jelas, karena beranggapan energi itu tersedia dan sekedar di peruntukkan bagi diri manusia semata sehingga manusia bebas menggunakannya. Inilah yang menyebabkan manusia terus menerus menggunakan energi dengan pola konsumsi yang konsumtif, tidak terkendali dan tidak peduli terhadap lingkungan.

Untuk itu kita perlu merestrukturisasi pemikiran kita tentang energi. Bahwa energi bukan sebagai “other” tetapi adalah bagian dari diri kita sendiri. Refleksi diri ini akan mengantarkan kita pada kesimpulan bahwa kelanggengan kita sebagai manusia di dunia tidak akan terpisahkan dari energi. Kita tidak akan bisa hidup tanpa energi. Untuk bergerak kita butuh energi, untuk meraih sesuatu kita butuh energi, untuk berdiri kita butuh energi.

Hendaknya pemikiran seperti ini terpatri di pola pikir kita, bahwa energi bukan sebagai “other” tetapi adalah bagian dari diri kita. Manusia adalah Energi dan Energi adalah Manusia. Jika pola pikir ini telah melekat dan menjadi bagian dari kehidupan manusia, maka manusia akan menjaga kesinambungan/kelestarian energi sebagaimana manusia menjaga keberlangsungan diri sendirinya.

Langkah Nyata menjadikan Pertamax sebagai Gaya Hidup

Untuk menjaga kelestarian energi, salah satu langkah yang dapat di ambil adalah dengan menjadikan Pertamax sebagai bahan bakar kendaraan kita menggantikan Premium. Karena dengan menggunakan Pertamax berarti kita telah mengefisienkan 30% penggunaan bahan bakar. Yang berarti kita telah menyumbang 30% bahan bakar untuk dilestarikan.

Pertamax dapat melekat sebagai gaya hidup dengan sebenar-benarnya apabila telah tumbuh kesadaran dari diri kita untuk merestrukturisasi pemikiran. Bukan karena ada rayuan orang lain, bukan karena iming-iming hadiah, tetapi karena kita sadar bahwa Kita adalah Energi. Dan energi bukan hanya di ciptakan untuk manusia generasi sekarang, tetapi juga untuk keberlanjutan generasi manusia dan masa depan lingkungan.

Karena demi keberlanjutan manusia dan masa depan lingkungan, maka ada beberapa langkah nyata menjadikan Pertamax sebagai gaya hidup kita antara lain :

1.    Menanamkan Budaya Malu Menggunakan Premium

Premium hanya untuk golongan tidak mampu. Untuk itu kita harus membudayakan malu untuk menggunakan premium. Karena menggunakan premium berarti sama saja dengan mensejajarkan diri kita dalam golongan tidak mampu. Sebelum kita membeli premium ada baiknya kita berkaca diri, jika kita berpakaian bagus plus menggunakan mobil sedan, apa kata dunia ? bila kita ikut antrian premium.

2.    Bangga Menggunakan Pertamax

Tanamkan diri untuk bangga menggunakan Pertamax. Jika ada stiker Pertamax, tempelkan stiker itu di kendaraan anda dan jika ada yang bertanya apa bahan bakar kendaraan anda, jawablah dengan lantang “Pertamax”. Jangan dengarkan suara-suara sumbang yang mencibir Anda. Karena mereka tidak mengetahui apa yang telah anda ketahui.

3.    Jadikan Kerja Lebih Efektif dan Produktif dengan Pertamax

Energi seharusnya di gunakan untuk hal-hal yang sifatnya produktif dan bukan untuk di boroskan. Dengan menggunakan Pertamax, kita harus merubah pola pikir dalam gaya hidup kita, jika dulu bahan bakar di gunakan untuk hal-hal tidak penting seperti balapan liar atau berputar-putar tidak jelas, maka dengan Pertamax, gaya hidup kita di arahkan untuk hal-hal positif seperti berangkat ke sekolah ataupun untuk pekerjaan yang menghasilkan uang.

4.    Jangan Ragu untuk Menggunakan Transportasi Massal

Seiring dengan membanjirnya kendaraan sehingga menimbulkan pemborosan energi dan macet di mana-mana, untuk itu tidak ada salahnya anda merubah gaya hidup dengan menggunakan transportasi massal seperti angkot, kereta atau bus. Atau jika anda mempunyai tujuan yang sama, anda dapat mengajak rekan anda dalam satu kendaraan tanpa perlu melakukan konvoi kendaraan, selain hemat juga bisa untuk mempererat tali kekeluargaan.

Fokus : Gaya Hidup Anak Muda dan Pertamax

Jika sebelumnya penulis telah membahas pertamax dan gaya hidup secara umum, di sini ada satu lagi yang perlu penulis bahas yaitu Anak Muda dan Pertamax. Kenapa anak muda, karena mereka lah tumpuan cerah atau tidaknya masa depan energi kita di masa yang akan datang. Perilaku mereka terhadap energi di masa sekarang akan berimbas kepada perilaku mereka di masa depan, jika mereka terbiasa dengan pemborosan energi maka di takutkan akan terus berimbas di masa depan.

Berkembangnya budaya urban telah menjadikan kegiatan bersenang-senang sebagai favorit anak muda, sehingga masalah energi di anggap sebagai sesuatu yang sudah seharusnya demikian dan tidak memerlukan kepedulian dari mereka. Istilah “krisis energi” mungkin mereka anggap sebagai dongeng orang tua yang ingin menakuti anak-anaknya.

Umumnya anak muda ini menggunakan kendaraan untuk bersenang-senang, dan parahnya lagi mereka terkadang membuat antrian panjang untuk mengalirkan premium ke tangki kendaraan mereka, yang kemudian di gunakan untuk di boroskan.

Pertamina dengan Pertamaxnya dapat menjadikan anak muda ini sebagai target pencitraan yaitu dengan menumbuhkan kepedulian mereka terhadap energi. Jika kepedulian mereka tumbuh, maka dapat dipastikan karakter-karakter manusia unggulan akan terbentuk untuk menjamin kelestarian energi di masa depan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh Pertamina untuk membuat anak muda beralih dari premium ke Pertamax adalah sebagai berikut :

1.    Duta Pertamax

Pertamina harus mempunyai Duta Pertamax yang menjadi idola anak muda, bisa dari kalangan olahragawan seperti Valentino Rossi, kalangan musisi ataupun mungkin artis/selebritis anak muda. Lebih baik lagi bila Duta Pertamax tersebut mempunyai rata-rata umur 15 – 20 tahun. Duta ini berperan untuk mengajak anak muda untuk beralih ke Pertamax.

2.    Sponsor Acara Anak Muda

Pertamina dapat menjadi sponsor utama dalam acara-acara anak muda seperti lomba otomotif, modifikasi, ataupun festival musik.

Penutup

Pertamax dan gaya hidup ternyata mempunyai keterikatan yang kuat dalam masa depan energi. Dengan menggunakan Pertamax sebagai bagian dari gaya hidup berarti kita telah melakukan sesuatu yang berguna bagi kelangsungan energi dan bumi.

Terakhir, selamat menggunakan Pertamax bagi anda semua !

 

Daftar Pustaka

kategori kimia energi

kembali ke menu daftar blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s