Mengapa Mutu Pendidikan Kita Rendah ?

Oleh Sinly Evan Putra

Mutu Pendidikan

Indonesia boleh berbangga, di tingkat Internasional banyak putra dan putri bangsa ini yang telah merajai berbagai perlombaan/olimpiade dunia, begitupun dengan anggaran APBN/APBD bidang pendidikan yang besar, sehingga banyak gedung dan peralatan sekolah berganti wajah menjadi lebih baik.

Tetapi terlalu naif, jika kita mengatakan bahwa kita sudah “berhasil”. Kita hanya boleh berkata bahwa sarana dan prasarana yang kita punya selangkah lebih maju, setidaknya kita tidak lagi menggunakan kapur tulis yang berdebu. Tetapi untuk “kualitas pendidikan” jawabnya adalah “Belum alias Masih Jalan di Tempat”.

Jika anda belum yakin argumen saya, cobalah tanya kepada diri kita masing-masing pertanyaan ini ??

Apakah Anda Ingat dengan Materi Pelajaran sewaktu di Sekolah ??

Jika anda menjawab “ya” dengan ucapan pasti, maka anda termasuk orang jenius. Karena rata-rata orang akan menjawab “ingat sedikit”, “lupa”, “tidak ingat”. “entahlah”. Begitupun anak-anak sekolah yang baru lulus (fresh graduate) yang sering berujar “kami seperti tidak mendapatkan apa-apa dari belajar kecuali hanya teringat masa berpacaran dan bermain bersama”

Lalu apa yang salah dengan mutu pendidikan kita. Sampai sampai kita benar-benar “Lupa” dengan semua pelajaran di sekolah ?.

Jawabnya adalah karena paradigma belajar kita yang salah. Kita terlalu berorientasi pada memori jangka pendek siswa dan di tambah dengan kualitas belajar-mengajar di dalam kelas sangat rendah dan daya serap siswa yang rendah.

Baiklah kita akan ulas satu persatu akar masalah rendahnya mutu pendidikan kita :

 1.      Orientasi belajar hanya pada memori jangka pendek

Tidak dapat di pungkiri bahwa kecenderungan cara mengajar guru selama ini tidak memperhatikan memori jangka panjang, sehingga siswa di paksa hanya menggunakan memori jangka pendek dalam menyerap pelajaran. Memori jangka pendek hanya menyimpan informasi dalam jumlah yang terbatas, hanya dalam beberapa detik dan mudah terlupakan sedangkan memori jangka panjang menyimpan informasi dalam kapasitas yang besar untuk periode waktu yang panjang/permanen dan sulit dilupakan.

Paul Kelley (2008) dalam bukunya Making Minds; What Wrong With Education and What Should We Do About It ? (Membuat Pikiran : Apa Yang Salah dengan Pendidikan dan Apa Yang Harus Kita Lakukan ?) menyatakan bahwa menciptakan kenangan jangka panjang merupakan inti dari pendidikan. Untuk itu, Dia berpendapat bahwa sekarang sudah saatnya kita mengubah cara belajar anak-anak di sekolah dengan berupaya menciptakan kenangan jangka panjang.

Semua ini menunjukkan bahwa pendidikan yang dilakukan selama ini adalah sangat tidak efisien. Anak-anak belajar banyak hal dalam pelajaran tetapi kemudian melupakan hal-hal tersebut.

2.      Kualitas belajar-mengajar di dalam kelas  dan daya serap siswa yang rendah.

Anda tidak percaya dengan pendapat ini ???

Cobalah lihat di ruangan anda ketika anda sedang mengajar, anda akan melihat siswa anda tidak sepenuhnya konsentrasi mendengarkan, ada yang bermain handphone, ada yang menguap, ada yang berbincang dengan temannya, dan ada pula yang akan menatap anda dengan tatapan kosong alias melamun entah kemana. Jadi masih yakin kah anda bahwa materi yang anda sampaikan akan mereka serap.

Lalu bagaimana cara mengatasinya ?

Gunakanlah paradigma baru dalam mengajar. Paradigma baru di sini adalah mengajarkan murid berdasarkan “pendekatan ilmiah” dan bukan berdasarkan “tradisi atau turut nenek moyang dulu”. Caranya adalah dengan meningkatkan kualitas dari memori/ingatan jangka panjang otak siswa.

 Bagaimana caranya ?? saya akan membahasnya di postingan yang akan datang, tunggu saja !!!…

kategori optimasi

kembali ke menu daftar blog

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s