“Kisah Si Gundul Mencari Air”

Oleh Sinly Evan putra

“Air, Air, Air, Jumlahmu Melimpah, Tapi Kenapa Kami Krisis Air”

Air merupakan kebutuhan dasar manusia, dari peradaban kuno sampai modern semua perlu air, tiada kehidupan di planet ini tanpa air.  Jumlah air di planet ini sunguh melimpah 70,8% Air menguasai planet ini sedangkan sisanya 29,2 % diisi oleh daratan, tempat kita tinggal sekarang, sehingga lebih tepat bila planet bumi di beri nama Planet Air. Namun pertanyaan paling mendasar adalah ?? Mengapa kita krisis air ?.

Untuk membahas masalah krisis air, Si Gundul yang ngeyel akan menuntun anda menjawab pertanyaan tersebut dan mengapa Kita harus bijak menggunakan air. Ikuti kisahnya…

—–****——

Di suatu hari, Si Gundul di temani Si Kribo asyik menonton TV. Waktu itu hujan sedang menguyur, maklum sudah masuk bulan Januari, musim penghujan di kotanya Si Gundul. Asyik menonton TV,  tiba-tiba muncul berita tentang masyarakat Indonesia yang krisis air.

Si Gundul tidak percaya, dalam pikirannya tidak mungkin Indonesia akan krisis air, karena di mana – mana ada air, lihat ke kanan ada air laut, lihat ke kiri ada air sungai, lihat ke atas ada air hujan, lihat ke bawah ada air sumur. Tetapi temannya Si Kribo tetap menyakinkan Si Gundul, bahwa Indonesia sebentar lagi akan mengalami Krisis Air.

Karena Si Gundul tetap tidak percaya Indonesia suatu hari akan Krisis Air, Si Kribo mengajak Si Gundul untuk membuktikan sendiri bahwa air bersih sekarang ini sulit di cari.

—-***—-

Awal kisah, di sinilah mulai perjalanan Si Gundul mencari air di temani Si Kribo sebagai penuntun. Mereka berangkat pagi-pagi sekali agar cepat sampai di tempat tujuan.

1. Perjalanan Pertama : Mencari Air di Laut

Tujuan pertama mereka adalah menuju air laut. Menurut Si Gundul, jumlah air laut melimpah, Indonesia tidak akan krisis air. Si Gundul begitu bersemangat, maklum masih pagi.

2 copy

Meskipun Indonesia memiliki panjang pantai dan luas laut yang luas, Faktanya setelah Si Gundul meminumnya ternyata jumlah air laut yang melimpah tersebut tidak dapat di gunakan sebagai air bersih.

2. Perjalanan Kedua : Mencari Air di Rawa

Si Gundul masih tidak percaya, air sebanyak itu di laut, tidak bisa digunakan sebagai air bersih, akhirnya Si Gundul dan Si Kribo melakukan perjalanan lagi, kali ini tujuannya adalah Air Rawa, karena setahu Si Gundul, air rawa di Indonesia melimpah. Dan Si gundul yakin air rawa yang melimpah akan menjadi solusi krisis air bersih. Walaupun waktu telah menunjukkan waktu siang. Si Gundul terlihat masih semangat.

7

Indonesia memiliki luas rawa yang terdiri dari rawa pasang surut dan lebak yang luas. Tetapi faktanya setelah Si Gundul meminumnya ternyata air rawa cenderung asam dan berbau, sulit menggunakannya sebagai air bersih.

3. Perjalanan Ketiga : Mencari Air di Sungai

Karena air rawa rasanya asam, Si Gundul akhirnya menyerah, dia sudah kehausan, lalu Si Gundul mengajak Si Kribo untuk mencari air di sungai saja, Karena setahu dia Indonesia kaya akan sungai, dan Si Gundul berpikir pasti sungai akan menjadi solusi hebat untuk mengatasi krisis air sekaligus dia akan bisa minum sepuas-puasnya air sungai. Meskipun badan sudah letih dan hari memasuki sore, Si Gundul tetap masih bersemangat mencari air.

8

Jumlah sungai di Indonesia sangat banyak, tetapi faktanya air sungai sudah banyak tercemar dengan warna dan bau yang kotor. Data dari Kompas.com menunjukkan 70% sungai di Indonesia tercemar.

4. Perjalanan Keempat : Menanti Hujan

Perasaan Si Gundul begitu tidak mengenakan dan mengecewakan, apa yang dia pikirkan ternyata jauh dari harapan, belum lagi ditambah dari pagi tadi air yang diminumnya tidak mengenakan, asin, asam, kotor dan bau. Karena sudah tidak tahan lagi berjalan dan benar-benar kehausan dan butuh air segar, Si Gundul dan Si Kribo akhirnya berhenti istirahat sejenak, ya sudahlah air sungai tak dapat, tunggu air hujan saja. Hitung-hitung melewati waktu magrib dulu, baru meneruskan perjalanan lagi.

9

Curah hujan di Indonesia cukup tinggi, tetapi faktanya sedikit sekali air hujan yang termanfaatkan. Data Deptan tahun 2001 menunjukkan hanya 34% dari total air hujan yang mampu di simpan oleh tanah menjadi air tanah.

5. Perjalanan Kelima : Air Pegunungan

Setelah hujan berhenti, Si Gundul masih belum terpuaskan, ia ingin benar-benar mendapatkan air yang segar dan bersih untuk di minum..untuk itu Si Gundul mengajak Si Kribo mencari air di pegunungan, siapa tahu bisa menjadi solusi krisis air. Walaupun lokasinya jauh dan hari sudah mendekati larut malam, Si Gundul tidak peduli.

11

Di Indonesia jumlah gunung mencapai 400 gunung dan terdapat banyak perbukitan. Peluang mendapatkan air yang bersih dan segar tinggal terdapat di Pegunungan, tetapi sayang lokasinya sulit di jangkau.

Ah….akhirnya Si Gundul dapat juga menemukan air yang bersih, walaupun harus menempuh perjalanan yang jauh dari lautan hingga pegunungan. wuiiih. capek betul. gumam Si Gundul. Bagaimana dengan orang-orang di Afrika ya ??

Kita aja yang kaya air, mencari air yang bersih dan jernih saja sulit.

—-***—–

.

12

.

PETUNJUK KRIBO DALAM MENJAGA SUMBER AIR MINUM

17

18

20

21

—–***——

Weeleehh..weeleehhhh….itu lah tadi kisah Si Gundul Mencari Air, semoga kita dapat mengambil manfaat, bahwa di zaman sekarang sumber-sumber air kita sudah sangat menipis, untuk itu mari kita bersama-sama peduli dalam menjaga kelestariannya untuk kehidupan di masa depan yang lebih baik.

.

.

REJA TRIDIANTO sebagai “SI GUNDUL”

DAFTAR PUSTAKA

kategori kimia air

kembali ke menu daftar blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s