Karsinogen, Ancaman Abadi Kehidupan Manusia

Oleh Sinly Evan Putra

KankerSangat menarik untuk dicermati pengeluaran peraturan daerah (Perda) tentang aturan larangan merokok ditempat-tempat umum oleh Pemerintah daerah (Pemda) DKI. Salah satu alasan pengeluaran Perda tersebut adalah karena asap rokok dapat menimbulkan pencemaran udara dan bahaya kesehatan pada manusia.

Kanker mungkin telah terkenal sebagai penyebab kematian kelas wahid pada manusia sehingga banyak orang yang merasa takut apabila mendengar kata kanker. Sampai sekarangpun para peneliti masih terus mengkaji sumber daya alam untuk didayagunakan sebagai obat anti kanker baik sebagai multidrug resistance (MDR) modulator ataupun zat anti karsigonik lainnya. Tetapi perlu diketahui bahwa kanker tidak hanya disebabkan oleh asap rokok saja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 80-90% penyakit kanker disebabkan oleh faktor lingkungan, 10-20% karena faktor genetik dan mungkin virus. Yang termasuk faktor lingkungan adalah asap rokok 40%, konsumsi makanan 25-30%, dan udara di sekitar tempat tinggal 10%. Sedangkan berdasarkan data yang disiarkan beberapa media massa, dapat disimpulkan bahwa “apapun” dapat menyebabkan kanker. Di antaranya adalah bahan kimia, tetapi hanya ± 30 senyawa yang diidentifikasi sebagai karsinogen (zat penyebab kanker) manusia. Sekitar 300 senyawa lainnya menyebabkan kanker pada binatang secara laboratorium.

Karsinogen Alamiah

karsinogen alamiTidak semua karsinogen berupa bahan kimia sintetik. Safrole dalam sassafras dan aflatoksin diproduksi oleh jamur pada makanan, merupakan senyawa alam. Beberapa peneliti memperkirakan 99,99% karsinogen yang kita cerna adalah alamiah. Tumbuh-tumbuhan memproduksi senyawa tertentu untuk melindungi mereka terhadap jamur, serangga, dan binatang termasuk manusia. Beberapa senyawa yang diproduksi ini adalah karsinogen yang ditemukan pada jamur, basil, seledri, kurma, bumbu, lada, adas, parsnips, dan minyak sitrus. Karsinogen juga dihasilkan selama pemasakan dan sebagai produk dari metabolisme normal.

Senyawa kimia karsinogen bervariasi, yang akan diuraikan di sini hanya beberapa karsinogen utama. Beberapa karsinogen yang sangat berbahaya adalah hidrokarbon aromatik, yang paling dikenal adalah 3,4-benzpirena. Hidrokarbon karsinogenik terbentuk selama pembakaran tidak sempurna dari hampir setiap senyawa organik. Mereka ditemukan dalam batubara, asap rokok, pembakaran kendaraan bermotor, kopi, gula gosong dan sebagainya. Tidak semua hidrokarbon aromatik polisiklik merupakan karsinogen. Terdapat korelasi yang erat kekarsinogenan dengan ukuran dan bentuk tertentu dari molekul. Nampaknya sifat karsinogen tidak hanya disebabkan oleh hidrokarbon semata tetapi dapat terbentuk karena produk oksidanya dalam hati.

Jenis karsinogen yang lain adalah amina aromatik. Dua di antaranya adalah b-naftilamina dan benzidina. Kedua senyawa ini pernah digunakan di industri zat warna. Senyawa ini bertanggung jawab untuk kanker kandung kemih pada pekerja yang kontak lama dengan senyawa tersebut.

Beberapa pewarna aminoazo juga menunjukkan karsinogen, misalnya 4-dimetilaminobenzena. Senyawa ini dikenal sebagai “pewarna kuning mentega”. Senyawa ini digunakan untuk pewarna mentega sebelum diketahui sifat karsinogennya.

Tidak semua karsinogen merupakan senyawa aromatik, beberapa di antaranya adalah nitrosamin dan vinil klorida. Senyawa lainnya merupakan cincin heterosiklik tiga- dan empat-anggota yang mengandung oksigen atau nitrogen, misalnya etilenaimina, epoksida dan turunannya, ester siklik yang juga disebut lakton.

Zat Antikarsinogen

Berdasarkan hal di atas, berarti terdapat banyak karsinogen di sekitar kita terutama dari makanan dan polusi udara. Tetapi mengapa tidak semua mendapatkan kanker ? Diperkirakan terdapat anti-karsinogen dalam tubuh kita yang berasal dari makanan yang kita makan tiap hari. Serat diperkirakan melindungi terhadap kanker usus. Food additive BHT melindungi terhadap kanker lambung. Pigmen alam b-karoten kemungkinan mempunyai keaktifan anti-karsinogen.Zat anti Karsinogen

Hal yang paling menarik adalah nilai perlindungan diet tinggi dalam sayuran (kubis, brokoli). Jenis diet ini menunjukkan bekurangnya pengaruh kanker baik pada kajian hewan maupun manusia. Kepastian senyawa kimia dalam sayuran ini yang bertindak sebagai antikarsinogen tidak diketahui. Walaupun demikian dengan makan diet seimbang termasuk buah dan sayuran segar, akan menyeimbangkan karsinogen dan anti karsinogen.

Literatur :

  • Tati Suhartati, Ph.D (2003). Ancaman Karsinogen Disekitar Kita (Artikel). Majalah Natural Edisi-9. FMIPA Universitas Lampung
  • Hill, J.W. (1992), Chemistry for Changing Times, Macmillan, New york.

 

kategori kimia kesehatan

kembali ke menu daftar blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s