Pendekatan Terpadu dan Holistik dalam Pengelolaan Pencemaran Sungai

Oleh Sinly Evan Putra

sungai cemarSungai merupakan salah satu komponen lingkungan yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan dan perikehidupan manusia, termasuk untuk menunjang pembangunan ekonomi yang hingga saat ini masih merupakan tulang pungung pembangunan nasional. Salah satu fungsi lingkungan sungai yang utama adalah untuk pengairan lahan pertanian dan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Seiring dengan pertambahan penduduk dan perkembangan berbagai industri, maka pencemaran air sungai telah menjadi masalah serius yang dihadapi oleh manusia. Meskipun udara, tanah, dan air tidak terlepas dari masalah pencemaran, tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan yang paling terancam dewasa ini adalah lingkungan perairan terutama sungai karena air sungai merupakan kebutuhan utama industri dan rumah tangga, dan pada akhirnya sebagian besar air yang telah digunakan oleh industri dan rumah tangga akan dilepaskan ke lingkungan bersama-sama dengan berbagai jenis polutan yang terkandung didalamnya.

Menyadari ancaman yang begitu luas akibat pencemaran air sungai, maka diperlukan suatu pendekatan dalam pengelolaannya. Pendekatan yang diharapkan adalah pendekatan yang bersifat terpadu dan tidak hanya bertumpu pada satu aspek saja, melainkan harus dilaksanakan dari berbagai aspek agar dapat diperoleh hasil yang maksimal. Dalam karya tulis ini akan dibahas tentang pendekatan terpadu yang bersifat holistik dengan aspek pendekatannya meliputi aspek pengelolaan sumber daya manusia, aspek pengelolaan lingkungan sungai dan terakhir aspek kajian ilmiah dan teknologi.

Aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Tidak dapat disangkal bahwa pencemaran air sungai paling besar disebabkan oleh hasil kegiatan manusia. Oleh karena itu aspek ini haruslah menjadi fokus yang lebih dahulu diperioritaskan sebelum merambah ke aspek lingkungan hidup dan aspek kajian ilmiah dan teknologi.

Dalam upaya pengelolaan SDM ini, penulis menitikberatkan pada 2 langkah penting yaitu :

1. Pendidikan Lingkungan Hidup
2. Pemberdayaan Masyarakat melalui Kelembagaan

Manajemen pengelolaan dengan pemberdayaan masyarakat melalui kelembagaan ini secara umum dapat dikatakan sebagai pengelolaan sumber daya manusia yang berbasis partisipasi. Langkah yang dapat dilakukan meliputi penegakan hukum, publikasi dan informasi pencemaran sungai, pendayagunaan LSM, dan kerjasama antar pihak (stakeholders) termasuk masyarakat luas.

Aspek Pengelolaan Lingkungan Sungai

Aspek ini meliputi :

1. Tindakan Pencegahan untuk Perairan Sungai yang Belum Tercemar
Tindakan ini menitikberatkan pencegahan pencemaran air sungai terutama dari sumber alami serta meminimalkan pengaruh yang akan ditimbulkan oleh limbah domestik ataupun limbah industri terhadap air sungai.

Untuk pencemaran yang berasal dari sumber alami seperti pencemaran akibat erosi, pelapukan tebing, dan dari debu-debu kegiatan gunung berapi, tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan konservasi sumber daya hutan di sekitar aliran sungai terutama dengan menanam tanaman penguat teras tanah.

Sedangkan tindakan pencegahan dari zat-zat pencemar rumah tangga atau industri dilakukan dengan :

  • Mencari alternatif pembuangan limbah selain ke sungai semisal di timbun dalam tanah.
  • Melakukan pengolahan apabila limbah akan dibuang ke sungai seperti dengan cara pengendapan, absorpsi, elektrodialisis, dan klorinasi.
  • Membangun sistem pembuangan limbah yang kolektif dan khusus seperti Industri Pengolahan Limbah (IPAL) khusus limbah manusia (tinja) IPAL sampah organik, dan lain-lain.
  • Menjadikan perairan sungai sebagai kawasan pariwisata dan olahraga seperti arung jeram sehingga nantinya kawasan tersebut akan mendapatkan perlindungan khusus dalam payung hukum.

2. Tindakan Penanggulangan untuk Perairan Sungai yang Tercemar
Usaha penanggulangan disini dimaksudkan untuk mempercepat terjadinya pemulihan dengan cara menghilangkan zat pencemar dari lingkungan sungai. Usaha penanggulangan secara kimiawi dapat dilakukan dengan pembatasan, recollect, adsorpsi, penggunaan dispersant, dan pembakaran dengan incineator.

Aspek Kajian Ilmiah dan Teknologi

Aspek ini memuat peranan penting dalam menunjang pembangunan berkelanjutan khususnya perbaikan kualitas lingkungan perairan sungai secara jangka panjang dan sekaligus menjadikan lingkungan dalam hal ini ekologi sebagai kendala utama bagi pembangunan.

Pada aspek ini peranannya sangat bergantung pada keberadaan perguruan tinggi atau instansi penelitian yang diharapkan dapat memberikan solusi ataupun masukan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya manusia dan lingkungan.

kategori kimia air

kembali ke menu daftar blog

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s