Perspektif Penangganan Limbah Cair di Masa Depan

Oleh Sinly Evan Putra

air dalam tubuhJika kita mengajukan pertanyaan kepada seseorang, berapa gelas air kah yang anda minum per harinya? maka jawabannya pasti direntang antara 4-10 gelas perhari. Kemudian jika diajukan pertanyaan lagi, berapa kali anda pergi ke WC untuk buang air kecil dan apa warnanya? untuk berapa kalinya mungkin bisa ditebak antara 1-4 kali tetapi untuk warna, jawabannya mungkin beragam tergantung dari intensitas berapa gelas dia minum. Untuk yang minum 4-5 gelas perhari mungkin air buangannya berwarna kecoklatan, 5-6 kali berwarna coklat kekuningan, sedangkan diatas 7 gelas mungkin berwarna putih bening. Perubahan warna dari air yang kita minum dari sebelumnya berwarna putih menjadi kecoklatan, coklat kekuningan, atau putih bening mengindikasikan adanya bahan lain yang dikandungnya yang dibuang karena tidak diperlukan tubuh.

Begitupun dengan dunia industri, sebagian besar air yang telah digunakan dalam sistem produksi akan dilepaskan ke lingkungan bersama-sama dengan berbagai jenis polutan yang terkandung didalamnya. Limbah cair yang dibuang ini pun akan menyebabkan penurunan kualitas pada lingkungan tempat pembuangan yang mengancam kelestarian ekosistem, ketersediaan air bersih bagi kebutuhan manusia dan sering kali merupakan awal terjadinya pencemaran tanah. Berbagai metode/teknologi penangganan limbah cair pun telah banyak dikembangkan, tetapi secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga yaitu metode fisika, biologi, dan kimia. Metode fisika yang paling umum digunakan adalah sedimentasi adsorpsi, flotasi, dan filtrasi dengan membran sedangkan metode biologi biasanya memanfaatkan mikroorganisme alami untuk menghilangkan polutan baik secara aerobik dan anaerobik. Metode kimia dibedakan atas metode nondegradative, misalnya koagulasi, metode degradative seperti oksidasi polutan organik dengan pereaksi fenton, degradasi polutan organik dengan sinar ultraviolet, dan terakhir metode yang dapat bekerja secara degradative dan nondegradative seperti metode elektrokimia.Master Plan

Terlepas dari telah dimanfaatkannya berbagai metode/teknologi diatas oleh dunia industri baik skala kecil sampai besar dalam sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), dengan berbagai keuntungan dan kelemahannya baik dari segi ekonomis/biaya, kecepatan pengolahan, selektifitas terhadap polutan, dan efektivitasnya. Artikel ini berupaya menjelaskan secara definitif tentang persfektif penangganan limbah cair dengan paradigma yang mencakup peralihan dari proses satu jalur “ekonomi” menjadi proses banyak jalur (multi track) yaitu “ekonomi, sosial dan lingkungan”. Bergeser dari pola pikir jangka pendek menjadi jangka panjang melalui implementasi komitmen Kyoto Protocol dan isu global mengenai CDM (Clean Development Mechanism). Persfektif yang dimaksud meliputi : persfektif pengembangan teknologi, limbah sebagai produk, dan aspek sosial masyarakat dan ekologi.

Persfektif Pengembangan Teknologi
Didalam konteks pengembangan teknologi pengolahan limbah cair, ada beberapa faktor yang harus diantisipasi oleh para peneliti dan pengembang teknologi dimasa depan yaitu pertama antisipasi terhadap perubahan karakteristik limbah cair. Limbah cair yang dibuang oleh industri diperkirakan akan mengalami perubahan karakteristik atau bahkan bertambah terus dari waktu ke waktu yang disebabkan terjadinya perubahan kebijakan oleh pemerintah, penggunaan bahan kimia yang baru dalam proses produksi, penggunaan kembali limbah (resue), kebijakan ekonomi, sosial budaya, atau bertambahnya industri-industri baru. Beban limbah perkapitanya akan meningkat seiring dengan meningkatnya produksi (permintaan konsumen) dan pendapatan. Disini peraturan-peraturan pemerintah juga berperan dalam mengubah komposisi limbah, misalnya perlarangan ABS (Alkali Benzen Sulfat) dalam deterjen dan pelarangan penggunaan fosfat dalam sabun.

Faktor kedua adalah kebutuhan pengembangan teknologi bersih. Penggunaan teknologi bersih, hinga saat ini hanya terpaku pada proses produksi, sehingga banyak sekali unit pengolahan limbah yang seharusnya membersihkan lingkungan tetapi malahan menjadi sumber pencemaran seperti melalui udara (bau) yang dilepaskan dan penggunaan bahan-bahan kimia seperti penggunaan logam berat pada koagulan/flokulen yang justru juga menjadi pencemar pada limbah. Faktor ketiga adalah permintaan akan teknologi yang terintegrasi. Harus diakui banyak industri yang menginginkan teknologi pengolahan limbah cairnya bersifat terintegrasi yang mudah dioperasikan dari satu panel kontrol dan memiliki efektivitas dan efisiensi yang tinggi dalam merekoveri limbah dengan berbagai kondisi pH, konsentrasi, lumpur (sludge), BOD, COD, waktu, komposisi limbah, temperatur dan dengan berbagai kapasitas limbahnya. Untuk mewujudkan hal ini diperlukan berbagai riset-riset penunjang. Teknologi pengolahan limbah cair yang dapat menjawab tantangan diatas, maka akan berperan besar di masa mendatang.

Limbah sebagai Produk Komersialisasi Industri
Kedepannya persfektif kita terhadap limbah mungkin tidaklah lagi bersifat konvensional yang diartikan sebagai barang yang tidak bermanfaat/barang buangan. Tetapi kedepannya limbah disamakan dengan produk yang harus ditanggani secara baik atau bahkan harus dikomersialisasikan. Didalam konteks ini, limbah cair adalah sumber bahan baku industri sekaligus produk komersialisasi industri.

Pemanfaatan limbah cair sebagai sumber bahan baku industri dirasakan sangatlah mendesak seiring dengan kebutuhan akan alternatif sumber energi baru dan penunjang sektor industri yang lain. Disini, limbah cair dapat didayagunakan untuk memproduksi biogas melalui penerapan teknologi pencernaan anaerobik, yang meliputi penguraian senyawa organik oleh mikroorganisme dalam kondisi tanpa oksigen. Proses ini menghasilkan produk yaitu biogas (sekitar 60% CH4 dan 40% CO2) dan pupuk organik. Metana yang dihasilkan dari proses anaerobik ini, dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gas alam dan potensial menjadi pengganti bahan bakar fosil yang mahal dan semakin berkurang cadangannya. Pemanfaatannya yang lain dari limbah adalah untuk memproduksi biopolimer terutama dari limbah cair agroindustri, dan penggunaan limbah industri sebagai sumber karbon, sehingga dapat dimanfaatkan oleh sektor indutri lain seperti industri polimer.

Aspek Sosial Masyarakat dan Ekologi
Seiring dengan meningkatnya taraf pengetahuan dan pendidikan, maka tingkat kontrol (pengendalian) dari masyarakat terhadap proses industri semakin ketat, hal ini untuk mengarahkan pelaku industri untuk tetap berparadigma dari industrialisasi yang bersifat konvensional menuju proses industri yang berkelanjutan yang memperhatikan aspek sosial masyarakat dan ekologi. Pada masa mendatang prinsip keberlanjutan ini haruslah meliputi keberlanjutan industri itu sendiri, keberlanjutan fungsi lahan (keanekaragaman hayati/ekosistem), keberlanjutan badan air penerima limbah cair, dan enviromentally friendly-nya terhadap masyarakat sekitar. Ini juga termasuk perhatian terhadap aspek kesehatan masyarakat dan harus menjadi bagian penting dan diperhatikan sebelum merancang sistem pengolahan limbah cair.

Penutup
Limbah cair berbagai industri terutama limbah agroindustri yang berkembang sangat pesat adalah salah satu masalah serius yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Berbagai kasus pencemaran telah sering didengar dan dilihat langsung baik melalui surat kabar, majalah, radio, internet, TV, atau bahkan obrolan dengan teman. Didalam implementasi persfektif penangganan limbah cair dimasa depan, kita haruslah memandang bahwa semua sistem pengolahan limbah cair adalah industri. Dengan memandang sistem pengolahan limbah cair sebagai industri maka diharapkan akan meningkatkan efisiensi dan memberi perhatian lebih terhadap pemakaian bahan dan produknya.

kategori kimia air

kembali ke menu daftar blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s