Konservasi dan Diversifikasi Energi, Solusi Mengatasi Krisis Energi di Indonesia

Oleh Sinly Evan Putra

Ketersediaan EnergiNegara Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan bahan bakar fosil seperti minyak dan gas bumi yang menjadi sumber energi utama bagi kebutuhan nasional. Namun pada kenyataannya penggunaan yang terus menerus dengan pola konsumsi yang konsumtif/boros, tidak terkendali, dan tidak peduli terhadap lingkungan akhirnya menyebabkan penipisan cadangan minyak dan bumi secara cepat. Sehingga banyak para ahli yang memprediksi bahwa Indonesia dalam waktu 15-20 tahun mendatang akan mengalami krisis energi. Hal ini juga didukung oleh data dari Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi (DJLPE) tentang cetak biru Pengelolaan Energi Nasional 2004 (blue print PEN) yang menyatakan bahwa cadangan potensial minyak bumi Indonesia sekitar 9 miliar barel dan gas bumi tidak kurang dari 182 triliun standar kaki kubik (TSCF).

Dengan laju tingkat produksi pertahun masing-masing untuk minyak dan gas bumi adalah 500 juta barel dan 3 TSCF. Diperkirakan cadangan energi ini akan habis pada 2022 untuk minyak bumi dan 2065 untuk gas bumi. Implikasi dari krisis energi akan berimbas sangat buruk bagi seluruh sektor kehidupan terutama sektor perekonomian dan pembangunan dan jika lambat ditanggulangi akan menjalar menjadi krisis multidimensional yang akhirnya memperpecah persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu masalah besar lainnya yang berkaitan dengan energi minyak dan bahan bakar fosil selain penyusutan yang cepat adalah polusi hasil pembakarannya yang bergerak cepat mencemari udara dan atmosfer.

Ditengah prediksi dan kenyataan tersebut, maka masalah energi menjadi krusial untuk disiasati. Untuk itu perlu dilakukan suatu konservasi (penghematan) untuk sumber-sumber energi yang telah ada sekaligus melakukan diversifikasi (penganekaragaman) energi sebagai upaya untuk menemukan dan mengimplemtasikan alternatif sumber energi baru penganti migas.Konservasi Energy

Dalam strategi konservasi energi, prinsip yang diperlukan adalah adanya penggunaan energi secara efesien dan rasional sesuai dengan peruntukkannya. Dalam upaya ini, semua langkah yang dapat diambil untuk menurunkan berbagai kehilangan energi pada semua tingkat pengelolaan dengan tanpa menurunkan nilai daya gunanya harus diupayakan, termasuk didalamnya dengan cara himbauan Gerakan Hemat Energi dan menanamkan budaya hemat energi pada semua lapisan masyarakat.Diversifikasi energy

Sedangkan strategi diversifikasi energi dilakukan dengan cara penganekaragaman sumber daya energi, semisal dengan pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan. Dengan energi terbarukan, kita dapat mengganti minyak tanah dengan biokerosin, minyak solar dengan biodiesel, briket batubara dengan briket arang, penyediaan listrik dari pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan tenaga angin, matahari, biomass, maupun biodiesel. Berdasarkan data DJLPE, total potensi energi terbarukan ini bagi penyediaan listrik Indonesia yaitu sekitar 80 GW (minus energi surya).

Mengingat cadangan dan prospek yang sedemikian besar itu, maka perlu ditingkatkan intensitas program Research and Development (R&D) dari lembaga-lembaga yang berkompeten. Masalah yang menjadi kendala selama ini seperti dana R&D, fasilitas dan ketersediaan lapangan pengembangan, SDM, investor, teknologi dan lain-lain hendaknya menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak yang berkepentingan (stakeholders) dan masyarakat Indonesia seluruhnya.

kategori kimia energi

kembali ke menu daftar blog

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s